Rabu Api Edukasi : Bersama Membangun Ruang Aman dari Ancaman Child Grooming
Busungbiu, Rabu — SMAN 2 Busungbiu kembali menyelenggarakan kegiatan Rabu Api Edukasi (Anti Perundungan, Inspirasi, dan Edukasi) sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, peduli, dan berkarakter. Kali ini, kegiatan dikemas dalam bentuk talk show edukatif tentang pencegahan Child Grooming, sebuah isu penting yang semakin relevan dengan kehidupan remaja saat ini.
Fenomena Child Grooming yang juga dibahas dalam memoar Broken Strings karya Aureli Moeremans menjadi pengantar reflektif dalam kegiatan ini. Isu tersebut membuka kesadaran bahwa praktik manipulasi dan penyalahgunaan kepercayaan terhadap anak dan remaja bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan dapat terjadi di sekitar kita jika tidak dipahami dengan baik.
Dalam suasana dialog yang hangat dan terbuka, siswa diajak untuk belajar lebih peka, berani, dan sadar akan batasan diri. Diskusi ini menegaskan bahwa perhatian yang tulus tidak pernah disertai tekanan, paksaan, maupun manipulasi. Siswa juga dibekali pemahaman tentang cara mengenali tanda-tanda perilaku tidak sehat, melindungi diri sendiri, serta saling menjaga satu sama lain.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan siswa melalui pengetahuan, bukan menumbuhkan rasa takut. Dengan pemahaman yang tepat, siswa diharapkan memiliki keberanian untuk berbicara, melapor, dan mencari bantuan apabila menemukan hal-hal yang terasa tidak benar, baik untuk diri sendiri maupun teman di sekitarnya.
Melalui Rabu Api Edukasi, SMAN 2 Busungbiu menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat mengejar prestasi akademik, tetapi juga rumah yang aman bagi setiap siswa untuk bertumbuh, didengar, dan dilindungi. Ruang aman adalah tanggung jawab bersama, yang dirawat melalui kepedulian, empati, dan keberanian untuk saling menjaga.
🤝 Mari bersama merawat sekolah kita sebagai tempat yang aman, nyaman, dan penuh kepercayaan—di mana setiap suara layak didengar tanpa rasa takut. 🌿
